Unregistered Member
sign up
 Login

Username or Email

Password

Forget Password?

Free Register

 Main Page
 Announcement
 Discussion
 Article
 Photo Album
 Market Place
 Sharing List
 Stateboard
 Member List
 Like
 Applications
 Sign-Up

Article

 omata • 10 years ago • 4,084 viewed


Bismillaahirrohmaanirrohiim Dan janganlah kamu mendekati zina; sesungguhnya zina itu adalah suatu perbuatan yang keji. Dan suatu jalan yang buruk. Qs Al Israa'(17) ayat 32). Penjelasan dari penulis, awas hukumannya dirajam (dilempari batu) sampai mati lhooo!, bagi yang pernah kawin (menikah), bagi yang belum pernah menikah melakukan zina hukumannya di dera (atau dipukul 100 kali).

Perempuan yang berzina dan laki-laki yang berzina, maka deralah tiap-tiap seorang dari keduanya seratus kali dera, dan janganlah belas kasihan kepada keduanya mencegah kamu untuk (menjalankan) agama Allah, jika kamu beriman kepada Allah, dan hari akhirat dan hendaklah (pelaksanaan) hukuman mereka disaksikan oleh sekumpulan dari orang-orang yang beriman. (Qs.An Nuur (24) ayat 2).

Laki-laki yang berzina tidak mengawini melainkan perempuan yang berzina, atau perempuan yang musrik; dan perempuan yang berzina tidak dikawini melainkan oleh laki-laki yang berzina, atau laki-laki musrik, dan yang demikian itu diharamkan atas orang- orang yang mu'min. (Qs.An Nuur (24) ayat 3). Pengertiannya: maksud ayat ini ialah: tidak pantas orang yang beriman kawin dengan yang berzina, demikian pula sebaliknya.

Dan terhadap para wanita yang mengerjakan perbuatan keji (Zina, Lesbian-perempuan dengan perempuan), hendalah ada 4 (empat) orang saksi diantara kamu yang menyaksikannya. Kemudian apabila mereka telah memberi kesaksian, maka kurunglah mereka (wanita- wanita itu) dalam rumah sampai mereka menemui ajalnya, atau sampai Allah memberi jalan yang lain kepadanya. Qs.An Nisaa' (4) ayat 15) .berlaku juga untuk laki-laki yang homosek (laki-laki dengan laki-laki)..

Dan terhadap dua orang yang melakukan perbuatan keji (zina, lesbian, homoseksual) diantara kamu, maka berilah hukuman kepada keduanya, kemudian jika keduanya bertaubat dan memperbaiki diri, maka biarkanlah mereka. Sesungguhnya Allah Maha Penerima Taubat lagi Maha Penyayang. (Qs.An Nisaa' (4) ayat 16).

Dari Jabir bin Abdullah Al Ansari RA., bahwa seorang laki- laki dari Aslam datang kepada Rasulullah SAW. Dan menceritakan bahwa dia telah berzina. Pengakuan ini diucapkanannya empat kali. Lalu Rasulullah SAW. Menyuruh supaya orang itu dirajam (dilempari dengan batu, sampai mati). Sesungguhnya dia telah pernah kawin. (Hadits Sahih Bukhari IV No. 1817)

Dari Abu Hurairah RA., katanya: Datang seorang laki-laki kepada Rasulullah SAW. Ketika beliau sedang berada dalam mesjid. Orang itu berteriak mengatakan: "Ya Rasulullah! Sesungguhnya saya telah berzina." Nabi tidak memperdulikan perkataan orang itu, sehingga dia mengulangi ucapannya sampai empat kali. Setelah orang itu mengakui kesalahannya sampai empat kali, Nabi SAW. Memanggilnya dan menanyakan: "Adakah engkau gila?" Dia menjawab: "Tidak!" Tanya Nabi: "Adakah engkau sudah pernah kawin?" Jawabnya: "Ya, sudah!" Lalu Nabi SAW. Berkata: "Bawalah orang ini dan rajamlah sampai mati!" (Hadits Shahih Bukhari IV No. 1818)

Dari Anas bin Malik RA. Katanya: Ketika saya dekat Nabi SAW. Datang seorang laki-laki, lalu dia berkata: "Ya Rasulullah! Sesungguhnya saya telah melakukan suatu perbuatan yang perlu mendapat hukuman. Sebab itu, lakukanlah hukuman itu kepada saya!" Nabi tidak menanyakan kepada orang itu apa kesalahannya. Maka tibalah waktu sembahyang dan laki-laki itu sembahyang bersama Nabi SAW. Setelah Nabi selesai mengerjakan sembahyang, laki-laki tadi berdiri menemui Nabi dan mengatakan sekali lagi: "Ya Rasulullah! Sesungguhnya saya melakukan perbuatan yang perlu mendapat hukuman. Sebab itu, jalankanlah hukuman itu kepada saya menurut Kitab Allah!" Nabi berkata: "Bukankah engkau telah sembahyang bersama kami?" Jawabnya: "Ya!" Sabda Nabi: "Sesungguhnya Allah telah mengampuni dosa atau hukuman engkau." (HR Bukhari IV No. 1819)

Dari Zaid bin Khalid Al Juhani RA. Katanya: Saya mendengar Nabi SAW. Menyuruh supaya orang berzina dan belum kawin, dipukul seratus kali dan pembuangan (penjara) satu tahun. (Hadits Sahih Bukhari IV No. 1820)

Bapak-bapak, Ibu-ibu, Saudara-saudaraku, dan Adik- adikku yang dimuliakan Allah Swt, bila sekiranya kita sudah terlanjur berbuat keji, maka segera tinggalkan dan bertaubatlah dengan taubatan nasuha, maksudnya bertaubat yang sesungguhnyadengan menyesali perbuatannya dan berjanji kepada Allah SWT tidak akan mengulanginya lagi, insya Allah, Allah akan mengampuni dosa-dosa kita.

Dan terhadap dua orang yang melakukan perbuatan keji di antara kamu, maka berilah hukuman kepada keduanya, kemudian jika keduanya bertaubat dan memperbaiki diri, maka biarkanlah mereka. Sesungguhnya Allah Maha Penerima taubat lagi Maha Penyayang. Qs.An Nisaa' ayat 16

Sesungguhnya taubat di sisi Allah hanyalah taubat bagi orang-orang yang mengerjakan kejahatan lantaran kejahilan, yang kemudian mereka bertaubat dengan segera, maka mereka itulah yang diterima Allah taubatnya; dan Allah Maha Mengetahui lagi Maha Bijaksana.Qs An Nisaa' ayat 17

Dan tidaklah taubat itu diterima Allah dari orang- orang yang mengerjakan kejahatan (yang) hingga apabila datang ajal kepada seseorang di antara mereka, (barulah) ia mengatakan: "Sesungguhnya saya bertaubat sekarang" Dan tidak (pula diterima taubat) orang-orang yang mati sedang mereka di dalam kekafiran. Bagi orang- orang itu telah Kami sediakan siksa yang pedih. Qs.An Nisaa' ayat 18

Maka bertasbihlah dengan memuji Tuhanmu dan mohonlah ampun kepada-Nya. Sesungguhnya Dia (Allah) adalah Maha Penerima taubat. (QS.An Nashr (110): 3).

"Katakanlah: "Hai hamba-hambaKu yang melampaui batas terhadap diri mereka sendiri, janganlah kamu berputus asa dari rahmat Allah. Sesungguhnya Allah mengampuni dosa-dosa semuanya. Sesungguhnya Dia-lah Yang Maha Pengampun lagi Maha Penyayang." Qs.Az Zumar (39) ayat 53.

Dosa sebesar apapun, dosa setinggi langit, dosa sebanyak buih dilautan, apabila manusia mau bertaubat dengan iman dan menyesali segala perbuatannya dengan tidak diulanginya lagi, sebelum Malaikat maut datang menjemput ruh kita, Allah SWT akan mengampuninya, asal tidak diulanginya lagi, habis bertaubat, lain kesempatan berbuat lagi, yaa percuma.

Tidak ada dosa besar bila manusia cepat bertaubat dengan menyesali perbuatannya dan tidak diulanginya lagi, sebelum maut datang dan beriman kepada Allah SWT. Tidak ada dosa kecil bila setiap saat diulanginya lagi, ya jadi dosa yang amat besar. Wallaahu a'lam bishshawab. Sukarman.

Virtual Friends - Copyright © 2001-2014 Webber Dot My Solutions (002351632-A). All rights reserved