Current Member: Guest (Unregistered, Member)  Membership Status: Visitor

Date: Tuesday, 09 February 2010Time: 08:21:18 PM

Sign-Up

 Login

Username

Password

Forget Password?

Free Register

 Main Page
 Announcement
 Discussion
 Article
 Photo Album
 Sharing List
 Event
 Interest Group
 On The Move
 Stateboard
 Chat Room
 Member List
 Preferences
 My Favorite
 Utility Tools
 PNC Message
 Web Mail
 Sign-Up

Article

Hukum Ketawa Dan Senyum..

Agama Corner Sub-Directory

Hukum Ketawa Dan Senyum.. 

 
 
Posted By : ladyice (-------, --------)
Author : unknown
Page View : 1,620
Posted On : Thu, 15 Sep 2005  10:09:50 PM
URL Address : http://virtualfriends.net/article/articleview.cfm?AID=23744
Printer-Friendly Version  Send To Friend  Add To Favorites  IM Article

Description:

Text Size: 

 

Abu Laits meriwayatkan dengan sanadnya dari Ishaq bin Manshur berkata: Ketika Khidir akan berpisah dengan Nabi Musa a.s. maka berkata Nabi Musa a.s.:
�Berilah nasihat kepadaku.�

Khidir berkata: �Ya Musa, jangan banyak bicara dan jangan berjalan tanpa kepentingan dan janganlah tertawa tanpa sesuatu yang mentertawakan dan jangan menempelak orang yang salah dengan dosa kesalahannya dan menangislah atas dosa-dosamu sendiri, hai putera Imran.�

Jaafar bin Auf dari Mas�ud dari Auf bin Abdullah berkata:
�Biasa Nabi Muhammad SAW tidak tertawa melainkan senyum simpul dan tidak menoleh kecuali dengan wajahnya. (Yakni tidak suka melerek).�

Hadis ini menunjukkan bahawa senyum itu sunat dan tertawa bergelak-gelak itu makruh. Maka seharusnya orang yang sihat akal jangan gelak-gelak tertawa sebab banyak yang bergelak di dunia bererti akanbanyak menangis di akhirat. Allah SWT berfirman yang bermaksud:

�Hendaklah kamu sedikit ketawa dan banyak menangis setelah menerima pembalasan dari amal perbuatan mereka.�

Al-Hasan Basri berkata:
�Sungguh ajaib seseorang dapat tertawa pada hal di belakangnya ada Api Neraka dan orang yang bersuka-suka sedang di belakangnya maut.�

Al-Hasan Basri bertemu dengan pemuda yang sedang tertawa , lalu ditanya:
�Hai anak muda, apakah engkau sudah menyeberang Shirath?�
Jawabnya: �Belum.�

�Lalu kerana apa engkau tertawa sedemikian itu?�

Maka sejak itu pemuda itu tidak tertawa lagi. Nasihat Hasan meresap benar dalam hatinya sehingga ia bertaubat daripada tertawa.


Printer-Friendly Version  Send To Friend  Add To Favorites  IM Article

Virtual Friends® - Copyright © 2001-2010 Virtual Fusion (0238980-U). All rights reserved.

Powered by: Faceless