Unregistered Member
sign up
 Login

Username or Email

Password

Forget Password?

Free Register

 Main Page
 Announcement
 Discussion
 Article
 Photo Album
 Market Place
 Sharing List
 Stateboard
 Member List
 Like
 Applications
 Sign-Up

Article

 izz_kasyah • 7 years ago • 1,311 viewed


Kisah derita hidupku memang bukanlah sebuah karangan
Bukan juga hanya suatu bualan
Hidupku yang tak sendiri selalu bertemankan dengan kesendirian
Namun tak juga pernah membuatku putus harapan
Ku 'kan terus berdiri tegak menantang kerasnya zaman

Liku hidupku yang penuh pilu dan tak menentu
Merupakan sebuah kenyataan yang terlalu mengharu biru
Sebuah perjuangan yang 'kan ku kenang selalu
Inilah hidupku yang tak ber Ayah dan tak berIbu
Yang mereka sebut Anak Yatim Piatu

Sungguh kenyataan yang teramat pahit
Sungguh keadaan yang begitu sulit
Rintihan batinku yang menjerit sakit menjangkit
Di saat mereka bilang masa depanku sempit
Namun, di hati kecilku slalu terbisikkata semangat untuk terus bangkit

Sepi, sunyi, senyap adalah kata yang selalu akrab menemani
Tiada lagi canda tawa riang gembira bernyanyi
Kebahagian semakin jauh pergi, dan kini kesedihan datang menghampiri
Terkadang dibenak hati ingin sekali mengakhiri hidup yang tak bererti ini
Ayah dan Ibu, aku bertanya-tanya mengapa petaka ini harus terjadi ?

Di kala mereka semua bahagia
Di tengah kehangatan sang Ayah dan Ibundanya
Mataku menatap penuh rasa iri,hati meratapi dan rasa merana
Tiada hentinya kelopak ini menitikkan peluh air mata penuh rasa terluka
Tak ada lagi yang kan menghiburku di kala duka

Sedih kurasa, tawa dulu saat kita bersama, kini tinggal suara tangisku luruh
Meski dalam kepedihan tapi ku tetap melangkah walau tertatih
Hatiku semakin perih di kala mereka menatapku seolah risau
Tak tahukah mereka, perlakuannya membuat nuraniku semakin merintih ?
Hanya kepada-Mu lah aku bisa pasrah dan berdalih

Kebahagiaan mereka semua seolah hilir mudik menyindir
Bilakah susukpenuh kasih sayang kalian itu kembali hadir
Ayah dan Ibu, namamu kini bagiku hanya mengalir seperti sebuah lantunan syair
Kepergian kalian seakan menjadi hal yang masih tertutup tabir
Mengapa ? Kini aku bertanya-tanya penuh sesal mengapa harus terlahir ?

Mereka selalu bilang, aku adalah anak yang berlawanan dari kata beruntung
Hidup bagaikan di dalam sangkar terkurung
Ku hanya bisa duduk termenung merenung
Selalu ku rindukan kalian di belakangku membimbing dan mendukung
Dan meyakinkanku dari rasa bimbang serta bingung

Ku sangat merindukan sikap ketegasan dan kepemimpinan darimu Ayah
Kini, tanpamu hidupku terasa tiada arah
Jiwaku selalu mendesah penuh rasa resah gelisah
Bila amarah mengambil alih sudah
Aku pun tak tau kemana harus berserah

Ku sangat merindukan kasih dan sayangmu, Ibu
Selalu ku teringat raut wajahmu yang sayu
Sifatmu yang ramah, anggun serta lugu
Semua itu kini seolah musnah hilang tak berbau
Tiap malam ku hanya bisa menangis tersedu-sedu teringat olehmu

Aku selalu berharap ini semua hanyalah sebuah mimpi
Mimpi buruk yang kan segera hilang menepi
Tapi, tak kusangka sekarang kenyataan ini hanya bisa kuratapi
Ku jalani hidupku kini sendiri disini dalam sepi
Aku terus berpikir dan mencoba berhenti menyesal dan mengusap tiap air mata di pipi

Ayah dan Ibu, kini kalian telah pergi jauh
Sebuahkeluarga yang kudamba rasanya kini seakan tidak lagi utuh
Walaupun nanti aku telah tersungkur jatuh
Sekarang aku hanya bisa berjanji tak 'kan lagi mengeluh
Untuk menggenggam masa depan secara penuh

Yatim Piatu, bagi kalian mungkin kata yang seram
Tapi janganlah kau anggap kami ini anak haram
Yang masa depannya terjunamsuram
Aku tak 'kan mau hanya terdiam dalam pekatnya malam
'Ku kan berdiri dan terus berlari menuju kejayaan

Wahai Tuhan yang Maha Pengasih lagi Penyayang
Bebaskanlah hidupku dari penyesalan yang membayang
Mudahkanlah aku menjalani hidup yang kian menantang
Kini ku ikhlaskan sudah orang tuaku berpulang
Semoga mereka berdua beristirahat dengan tenang

Mungkin kami tanpa ayah, tanpa ibu, atau bahkan tanpa orang tua
Tapi kami juga manusia, yang ingin dihargai serta hidup merdeka
Ayuhkawanku, Yatim Piatu bukalah akhir segalanya, tetap jaga silaturrahimdan jalin satu rasa
Kepedulian, Kebersamaan kita adalah awal menuju akhir yang bahagia
Tidak usah risauataupun rendah diri kita semua sama, semoga bisa menjadi pribadi-pribadi yang mulia...

Virtual Friends - Copyright © 2001-2021 Webber Dot My Solutions (002351632-A). All rights reserved