Unregistered Member
sign up
 Login

Username or Email

Password

Forget Password?

Free Register

 Main Page
 Announcement
 Discussion
 Article
 Photo Album
 Market Place
 Sharing List
 Stateboard
 Member List
 Like
 Applications
 Sign-Up

Article

 anormala • 2 months ago • 171 viewed


1. Perbuatan baik yang disertai dengan niat buruk.
-Wujud niat riya' atau ujub dalam perbuatan. Maka amalan baiknya menjadi sesuatu yang sia-sia di pandangan Allah S.W.T.

Firman Allah :
"Kalau orang yang demikian dikira dari bilangan orang-orang yang mendustakan ugama, maka kecelakaan besar bagi orang-orang Ahli Solat-(laitu) mereka yang berkeadaan lalai daripada menyempurnakan solatnya;(Juga bagi) orang-orang yang berkeadaan riya' (bangga diri dalam ibadat dan bawaannya), Dan orang-orang yang tidak memberi sedikit pertolongan (kepada orang yang berhak mendapatnya)."
(Surah al-Ma'un : 4-7)

2. Perbuatan baik yang disertai perbuatan buruk.
-Bercerita tentang kelebihan atau kekurangan pada diri seseorang dengan beralasan untuk mengambil iktibar (mengumpat).
-Mengungkit atau bercerita tentang pemberian yang telah diberikan (sedekah).

Firman Allah :
"Wahai orang-orang yang beriman! Jangan rosakkan (pahala amal) sedekah kamu dengan perkataan membangkit-bangkit dan (kelakuan yang) menyakiti, seperti (rosaknya pahala amal sedekah) orang yang membelanjakan hartanya kerana hendak menunjuk-nunjuk kepada manusia (riya' , dan ia pula tidak beriman kepada Allah dan hari akhirat. Maka bandingan orang itu ialah seperti batu licin yang ada tanah di atasnya, kemudian batu itu ditimpa hujan lebat, lalu ditinggalkannya bersih licin (tidak bertanah lagi). (Demikianlah juga halnya orang-orang yang kafir dan riya' itu) mereka tidak akan mendapat sesuatu (pahala) pun dari apa yang mereka usahakan. Dan (ingatlah), Allah tidak akan memberi petunjuk kepada kaum yang kafir."
(Surah al-Baqarah : 264)

3. Perbuatan baik yang dilakukan dengan cara yang salah.
-Bersedekah dari sumber yang haram.
-Berjihad atau berperang pada bulan-bulan yang di haramkan.

Firman Allah :
"Sesungguhnya perbuatan mengundurkan (kehormatan itu dari satu bulan ke satu bulan yang lain) adalah menambah kekufuran yang menjadikan orang-orang kafir itu tersesat kerananya. Mereka menghalalkannya pada satu tahun dan mengharamkannya pada tahun yang lain, supaya mereka dapat menyesuaikan bilangan (bulan-bulan yang empat) yang telah diharamkan Allah (berperang di dalamnya); dengan itu mereka menghalalkan apa yang telah diharamkan oleh Allah. Perbuatan buruk mereka itu dihias dan dijadikan indah (oleh Syaitan) untuk dipandang baik oleh mereka. Dan (ingatlah) Allah tidak memberi hidayah petunjuk kepada orang-orang yang kafir.
(Surah At-Taubah : 37)

4. Perbuatan baik yang memberi akibat buruk, namun si pelaku merasa telah berbuat baik.
-Memberi kata-kata janji yang menyenangkan dan akhirnya melambat-lambatkan. Contoh : Lambat membayar hutang hingga menyusahkan hidup orang yang dihutang.
-Memberi kata-kata penuh harapan pada seseorang yang akhirnya tidak dapat dilaksanakan. Contoh : Suka menangguh-nangguh untuk memohon kemaafan terhadap orang yang disalahi hingga orang tersebut meninggal dunia.
-Melengah-lengahkan masa apabila hendak melakukan sesuatu kebaikkan.

Firman Allah :
"(Iaitu) orang-orang yang telah sia-sia amal usahanya dalam kehidupan dunia ini, sedang mereka menyangka bahawa mereka sentiasa betul dan baik pada apa sahaja yang mereka lakukan."
(Surah Al Kahf: 104)

Virtual Friends - Copyright © 2001-2017 Webber Dot My Solutions (002351632-A). All rights reserved